Minggu, 30 Oktober 2016

CATUR

Catur adalah permainan mental yang dimainkan oleh dua orang. Pecatur adalah orang yang memainkan catur, baik dalam pertandingan satu lawan satu maupun satu melawan banyak orang (dalam keadaan informal). Sebelum bertanding, pecatur memilih biji catur yang akan ia mainkan. Terdapat dua warna yang membedakan bidak atau biji catur, yaitu hitam dan putih. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian sampai permainan selesai.

Arti istilah catur

Kata catur diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti "empat". Namun kata ini sebenarnya merupakan singkatan dari caturangga yang berarti empat sudut. Di India kuno permainan catur memang dimainkan oleh empat peserta yang berada di empat sudut yang berbeda. Hal ini lain dari permain catur modern di mana pesertanya hanya dua orang saja.
Kemudian kata caturangga ini diserap dalam bahasa Persia menjadi shatranj. Kata chess dalam bahasa Inggris diambil dari bahasa Persia shah.
Ketentuan

Pengaturan

Permainan dilangsungkan di atas papan yang terdiri dari 8 lajur dan 8 baris kotak/petak berwarna hitam dan putih (atau terang dan gelap) secara berselang seling. Permainan dimulai dengan 16 buah pada masing-masing pihak, yang disusun berbaris secara khusus pada masing-masing sisi papan catur secara berhadap-hadapan. Satu buah hanya bisa menempati satu petak. Pada bagian terdepan masing-masing barisan - terdapat 8 pion, diikuti di belakangnya dua benteng, dua kuda (dalam bahasa Inggris disebut knight-ksatria), dua gajah (dalam bahasa Inggris disebut bishop-uskup), satu menteri atau ratu atau ster, serta satu raja.

Gerakan

Sebelum bertanding, pecatur memilih warna buah yang akan ia mainkan. Pemegang buah putih memulai langkah pertama, yang selanjutnya diikuti oleh pemegang buah hitam secara bergantian. Setiap langkah hanya boleh menggerakkan satu bidak saja (kecuali untuk rokade di mana ada dua bidak yang digerakkan). Bidak dipindahkan ke petak kosong, ataupun yang ditempati oleh bidak lawan, yang berarti menangkapnya dan memindahkan bidak lawan dari permainan. Ada pengecualian, yaitu untuk gerakan en passant.
Setiap bidak catur memiliki gerakan yang unik sebagai berikut:
  • Raja dapat bergerak satu petak ke segala arah. Raja juga memiliki gerakan khusus yang disebut rokade yang turut melibatkan sebuah benteng.
  • Benteng dapat bergerak sepanjang petak horizontal maupun vertikal, tetapi tidak dapat melompati bidak lain. Seperti yang telah di atas, benteng terlibat dalam gerakan rokade.
  • Gajah dapat bergerak sepanjang petak secara diagonal, tetapi tidak dapat melompati bidak lain.
  • Ratu memiliki gerakan kombinasi dari Benteng dan Gajah.
  • Kuda memiliki gerakan mirip huruf L, yaitu memanjang dua petak dan melebar satu petak. Kudalah satu-satunya bidak yang dapat melompati bidak-bidak lain.
  • Pion dapat bergerak maju (arah lawan) satu petak ke petak yang tidak ditempati. Pada gerakan awal, pion dapat bergerak maju dua petak. Pion juga dapat menangkap bidak lawan secara diagonal, apabila bidak lawan tersebut berada satu petak di diagonal depannya. Pion memiliki dua gerakah khusus, yaitu gerakan menangkap en passant dan promosi.

Rokade
Rokade (dalam bahasa Inggris, castling) merupakan gerakan khusus dalam catur di mana Raja bergerak dua petak menuju Benteng di baris pertamanya, kemudian meletakkan Benteng pada petak terakhir yang dilalui Raja. Persyaratan rokade adalah sebagai berikut:
  • Bidak Raja dan Benteng yang akan dilibatkan dalam rokade harus belum pernah bergerak
  • Tidak ada bidak lain di antara Raja dan Benteng
  • Raja tidak sedang di-skak, dan petak-petak yang dilalui Raja tidak sedang diserang oleh bidak lawan

Hal-hal berikut ini merupakan kesalah pengertian dalam rokade, yang semestinya tidak berlaku:
  • Bidak benteng yang terlibat rokade sedang diserang
  • Jika benteng yang dilibatkan berada di sisi Ratu, petak yang berada persis di samping Benteng tersebut tidak boleh dalam serangan


En passant

Ketika pion bergerak dua petak maju dan ada pion lawan yang berada satu petak dalam baris tujuan, maka pion lawan dapat menangkap dan menempati petak yang baru saja dilalui pion tersebut (seolah-olah pion tersebut bergerak satu petak maju). Namun demikian, gerakan ini hanya dapat dilakukan sesaat setelah gerakan pion maju dua petak, atau hak lawan untuk melakukan gerakan en passant ini hilang.

Promosi

Ketika pion telah maju hingga menempati baris paling akhir, berbarengan dengan gerakan maju tersebut, pion dipromosikan dan harus ditukar dengan bidak berdasarkan keinginan pemain, yaitu Ratu, Benteng, Gajah, ataupun Kuda dengan warna yang sama. Pada umumnya, pion dipromosikan menjadi Ratu. Tidak ada peraturan yang membatasi bidak yang dipilih sebagai promosi, jadi dimungkinkan memiliki bidak yang melebihi jumlahnya waktu awal permainan (semisal, dua Ratu).

Skak

Ketika Raja sedang diserang oleh satu atau lebih bidak lawan, keadaan ini disebut dengan skak. Pemain yang Rajanya diskak harus menggerakkan Rajanya supaya tidak terserang. Hal ini dapat dilakukan dengan menangkap bidak lawan yang menyerang, menutup serangan lawan dengan menempatkan sebuah bidak di antaranya (apabila yang menyerang Ratu, Benteng, atau Gajah dan ada petak kosong di antara Raja dan bidak lawan), atau memindahkan Raja ke petak yang tidak sedang diserang. Rokade tidak diijinkan apabila Raja sedang diskak.

Akhir Permainan

Tujuan permainan adalah mencapai posisi skak mat. Hal ini bisa terjadi bila Raja terancam dan tidak bisa menyelamatkan diri ke petak lain. Tidak selalu permainan berakhir dengan kekalahan, karena bisa terjadi pula peristiwa seri atau remis di mana kedua belah pihak tidak mampu lagi meneruskan pertandingan karena tidak bisa mencapai skak mat. Peristiwa remis ini bisa terjadi berdasarkan kesepakatan maupun tidak. Salah satu contoh remis yang tidak berdasarkan kesepakatan - tetapi terjadi adalah pada keadaan remis abadi. Keadaan remis yang lain adalah keadaan pat, dimana yang giliran melangkah tidak bisa melangkahkan buah apapun termasuk Raja, tetapi tidak dalam keadaan terancam skak. Dalam pertandingan catur pihak yang menang biasanya mendapatkan nilai 1, yang kalah 0, sedang draw 0.5.

Berbagai versi

Terdapat berbagai macam versi permainan Catur - Catur Klasik, Catur Cepat, Catur Kilat, Catur Buta, Catur Simultan, Catur Tandem, Catur Estafet, Catur Online, Catur Korespondensi, Catur Kartu,Catur Jawa dan sebagainya.

Juara


Seorang pecatur yang telah memenangi berbagai turnamen berhak mendapatkan gelar catur yang sesuai dengan prestasinya. Dalam dunia catur terdapat beberapa macam gelar - Gelar Internasional yaitu Grandmaster (GM), Grandmaster Wanita (GMW), Master Internasional (MI), Master Internasional Wanita (MIW), Master FIDE (MF), Master FIDE Wanita (MFW), Candidate Master (CM) dan Woman Candidate Master Wanita (WCM). Gelar Internasonal dikeluarkan oleh FIDE (Organisasi Catur Dunia). Dan di Indonesia juga dikenal gelar lokal yaitu Master Nasional (MN), Master Nasional Wanita (MNW), Master Percasi (MP) dan Master Percasi Wanita (MPW). Gelar nasional dikeluarkan oleh PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia).

Daftar pecatur

Indonesia saat ini sudah mempunyai 7 pecatur yang bergelar Grandmaster (GM) yaitu :
1.      Utut Adianto
2.      Edhi Handoko (Almarhum)
3.      Cerdas Barus
4.      Ruben Gunawan (Almarhum)
5.      Ardiansyah
6.      Susanto Megaranto (Grandmaster termuda)
7.      Herman Suradiradja (Grandmaster pertama)

Sedang pecatur yang bergelar Master Internasional (MI) antara lain :
1.      Danny Juswanto (Norma GM)
2.      Dede Liu
3.      Nasib Ginting
4.      Salor Sitanggang
5.      Ivan Situru
6.      Irwanto Sadikin
7.      Ir. Tirto (Norma GM)
8.      Taufik Halay
9.      Ronny Gunawan (Norma GM)
10.  Andi Supardi Suhendra
11.  Tirta Chandra Purnama
12.  Bobby Kurniawan

Yang bergelar Master FIDE (MF) saat ini antara lain :
1.      Hamdani Rudin
2.      Awam Wahono
3.      Anjas Novita
4.      Nurdin Askali
5.      Kifli Tunasli
6.      Syarif Mahmud
7.      Kasmiran
8.      Benny Killeng
9.      Maksum Firdaus
10.  Khairul Anam

GALAH DAN GALASIN (GOBAK SODOR)


 Galah



istilah galah lebih dikenal di Kepulauan Natuna. sementara itu, di beberapa daerah Kepulauan Riau lainnya permainan ini lebih dikenal dengan nama galah panjang. khusus di daerah Riau daratan, permainan ini disebut main cak bur atau main belon.

permainan galah dimainkan secara berkelompok. jumlah pemain perkelompok antara 3-6 orang. permainan ini biasanya dilakukan di tanah lapang. di tanah lapang tersebut, dibuat garis lurus memanjang dan garis galah lintang. garis lurus memanjang disebut garis galah panjang atau lunas galah, letaknya ditengah-tengah dan lurus pada garis-garis lintangnya. sementara itu, garis galah lintang pada posisi sejajar, jaraknya sama antara satu dengan lainnya, berjumlah sesuai dengan jumlah pemain dikurangi 1. apabila satu regu berjumlah 6 orang, garis galah lintangnya 6-1=5.

terdapat beberapa peraturan yang harus diperhatikan dalam permainan galah.

dalam permainan ini dikenal dua jenis tangkap, yaitu tangkap lekat dan tangkap sekadar menyentuh tubuh atau anggota badan lainnya. apabila yang disepakati adalah tangkap lekat, penghadang harus menangkap penyerang dengan cara merangkul hingga bergumul. sebaliknya, apabila yang disepakati hanya dengan menyentuh tubuh atau anggota badan penyerang, penghadang cukup menyentuh tubug atau anggota badan penyerang tersebut.

apabila penghadang menangkap kaki penyerang hingga terjatuh, maka penyeranng dibebaskan naik kegalah atas dan dibebaskan pula turun hingga mendapatkan nilai caboo (mendapatkan poin) sekali.
apabila penyerang keluar dari garis permainan atau memperlambat waktu dengan cara duduk-duduk dilapangan permainan, dilakukan tukar bebas, yaitu penghadang berganti posisi menjadi penyerang karena penyerang dianggap telah berbuat kesalahan.
permainan diawali dengan suit untuk menentukan kelompok penyerang dan penghadang. pihak yang menang menjadi penyerang, sementara pihal yang kalah menjadi penghadang. kelompok penghadang berjaga di garis galah yang sudah tersedia. ketua kelompok berjaga digaris galah panjang, sementara anggota yang lain berjaga di garis-garis galah lintang sesuai dengan jumlah per kelompok.

kelompok penyerang berusaha untuk memasuki garis galah panjang atau kintang yang dijaga oleh kelompok penghadang, baik dari sisi kanan atau kiri. apabila seorang penyerang sudah dapat memasuki garis galah lintang satu, dia akan berusaha menerobos garis galah lintang berikutnya. seorang penyerang yang dapat melewati garis galah hingga ke atas, kemudian berhasil kembali ke garis galah pertama dan meneriakkan "caboo", kelompok penyerang tersebut mendapat sekali caboo. seiring dengan teriakkan "caboo" tersebut, permainan dinyatakan selesai dan harus dimulai kembali dari awal untuk pengumpulan poin (caboo) berikutya.

penyerangan dianggap gagal jika salah seorang dari kelompok penyerang dapat ditangkap oleh kelompok penghalang, baik tangkap lekat atau hanya disentuh. seiring dengan itu, kemudian terjadi pergantian posisi, kelompok penghadang berganti posisi menjadi penyerang dan sebaliknya. begitulah seterusnya proses permainan ini, kelompok penghadang dan penyerang akan berganti posisi. kelompok yang paling banyak mengumpulkan caboo dinyatakan sebagai pemenang.



Galasin/gobak sodor
  
gobak sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
Kalau di makassar nama nya main asing. seorang pemain bertindak sebagai peluncur (kapten). permainan ini seru melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan.


Peraturan :

pemain terbagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari 3-5 orang (disesuaikan).
jika 1 kelompok terdiri dari 5 orang maka lapangan dibagi menjadi 4 kotak persegi panjang, yang berukuran 5m x 3m (disesuaikan).
tim "jaga" bertugas menjaga agar tim "lawan" tidak bisa menuju garis finish.
tim "lawan" berusaha menuju garis finish dengan syarat tidak tersentuh tim "jaga" dan dapat memasuki garis finish dengan syarat tidak ada anggota tim "lawan" yang masih berada di wilayah start.
tim "lawan" dikatakan menang apabila salah satu anggota tim berhasil kembali ke garis start dengan selamat (tidak tersentuh tim lawan).
tim "lawan" dikatakan kalah jika salah satu anggotanya tersentuh oleh tim "jaga" atau keluar melewati garis batas lapangan yang telah ditentukan. jika hal tersebut terjadi, maka akan dilakukan pergantian posisi yaitu tim "lawan" akan menjadi tim "jaga" dan sebaliknya.


Cara Bermain
Cara melakukan permainan ini yaitu:

Membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangka.
 Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”.
Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.
Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal.

Manfaat

Permainan ini sangat menarik, menyenangkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan. Nilai Spiritual dalam Permainan Gobak Sodor selain kebersamaan, kita juga bisa belajar kerja sama yang kompak antara satu penjaga dan penjaga lain agar lawan tidak lepas kendali untuk keluar dari kungkungan kita. Di pihak lain bagi penerobos yang piawai, disana masih banyak pintu-pintu yang terbuka apabila satu celah dirasa telah tertutup. Jangan putus asa apabila dirasa ada pintu satu yang dijaga, karena masih ada pintu lain yang siap menerima kedatangan kita, yang penting kita mau mau berusaha dan bertindak segera. Ingatlah bahwa peluang selalu ada, walaupun terkadang nilai probabilitasnya sedikit.

Aturan Permainan:
Beberapa peraturan dalam permainan Gobag Sodor adalah sebagai berikut :

 Masing-masing pemain dari tim jaga harus bergerak di sepanjang garis melintang yang telah ditentukan. Jadi kakinya harus selalu menginjak garis tersebut.
Yang boleh melalui garis sodor hanyalah penjaga garis melintang pertama yang juga sebagai sodor.
Masing-masing pemain tim serang, dari pangkalan harus berusaha melewati semua garis melintang. Dan jika salah satu pemain saja bisa kembali lagi ke pangkalan tanpa tersentuh tim jaga maka tim serang menang.
Bila pemain tim jaga bisa menyentuh salah satu pemain tim serang, maka tim jaga menang. Lalu tim jaga berganti menjadi tim serang. Begitu seterusnya.
jika satu petak terisi 2 atau lebih pemain maka tim serang kalah, dan berganti jadi tim jaga.



ARUNG JERAM


Olahraga arung jeram merupakan olahraga favorit dan pilihan kaum muda perkotaan di akhir pekan karena sifatnya yang menantang dan sekaligus menghibur. perjalanan sepanjang sungai-sungai yang liar dan berliku-liku dengan riaknya yang berayun-ayun telah menjadi sebuah pilihan dari gaya hidup.

Perkembangan arung jeram sangat terbantu dengan banyak sungai-sungai yang cocok untuk dijadikan arena arung jeram. sungai-sungai di Jawa yang berarus deras namun tidak berbahaya merupakan tempat-tempat favorit para penggila arung jeram pemula. sungai-sungai seperti Cisadane, Cimanuk, Cimandiri, dan sungai Citatih di Jawa Barat, serta sungai Serayu, Progo, dan sungai Bogowonto di Jawa Tengah adalah sungai-sungai yang menjanjikan petualangan tanpa resiko yang lebih tinggi. federasi arung jeram putih internasional menilai sungai-sungai Indonesia sebagai kelas kedua. Sungai Kahayan di Kalimantan Timur dijuluki sungai yang paling sulit di negeri ini dan direkomendasikan bagi pengarung jeram yang telah terlatih baik.

Ekspedisi tahun1998 yang mengarungi 1000 km di Sungai Kapuas dan Mahakam, Kalimantan tercatat sebagai ekspedisi terbesar yang pernah ada.

Olahraga Arung Jeram adalah olahraga kelompok dapat terdiri dari 6 sampai 10 orang. Untuk dapat berhasil melewati beberapa rintangan diperlukan kerja sama antar individu dalam kelompok tersebut. Jangan lupa pula untuk mengenakan pengaman seperti helm dan penampung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada dasarnya, olahraga ini merupakan olahraga beresiko tinggi. Namun bukan berarti semua orang tidak dapat melakukannya. Semua orang dapat berarung jeram hanya saja dibutuhkan beberapa persiapan seperti fisik yang kuat dan mental. Sebelum berarung jeram hendaknya, kita mengetahui alur-alur sungai yang akan digunakan. Kita juga harus berlatih bagaimana cara menggunakan gayung dan cara mengayuhkannya. Pelajari juga bagaimana cara membelokkan perahu dan menghindari rintangan seperti batu-batu besar atau arus yang sangat deras. Kita juga harus bersiap-siap dan membuat strategi apabila tiba-tiba perahu terbalik atau ada teman satu perahu yang jatuh ke dalam sungai. Jangan ragu untuk bertanya pada pemandu tentang hal-hal yang belum dipahami.

Olahraga dan rekreasi ini sebenarnya adalah olahraga yang menyenangkan. Apalagi bagi Anda yang menyukai tantangan dan meningkatkan adrenalin, olahraga ini merupakanpilihan yang tepat untuk Anda. Sebelum terjun langsung ke sungai, Anda harus mengetahui terlebih dulu kondisi sungai. Anda juga harus mengetahui apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat. Saat kondisi darurat, usahakan Anda dan tim bertindak cekatan, jangan panik dan jangan gegabah. Periksalah kelengkapan terlebih dahulu dan jangan lupa untuk berdoa sebelum melakukan olahraga Arung Jeram..

Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung dan Jakarta, olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam. Pada tahun 1975, salah satu kelompok pencinta alam menggelar Citarum Rally .

Sekitar tahun 1975, kelompok pencinta alam mengembangkan juga olah raga ini dengan ekspedisi melintas Sungai Mahakam dan Sungai Barito, bersama dengan Frank Morgan, seorang pengacara profesional. Kelompok ini juga melaksanakan ekspedisi ke Sungai Alas.

Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan. Sungai Mahakam, Barito, Alas , Mamberamo dan Van Der Wall, kemudian juga diarungi. Di Pulau Jawa banyak sungai yang biasa diarungi. Citarik, Cimandiri, Citatih, dan Cimanuk di Jawa Barat. Jawa Tengah meiliki sungai Progo, Serayu dan Elo yang biasa diarungi. Jawa Timur memilki sungai Ireng-ireng di lereng Gunung Semeru, yang cukup menantang. Arung Jeram terus berkembang dengan cukup pesat. Namun, seiring dengan perkembangannya beberapa kecelakaan yang merenggut nyawa juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan arung jeram Indonesia.

Telah beberapa kali diadakan kejuaraan arung jeram oleh beberapa perkumpulan di Indonesia, tetapi belum terdapat standard baku baik tentang penyelenggaraan, peralatan maupun penilaiannya. Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia.

Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , sungai Saadan - Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat. Saat ini sudah banyak operator wisata Arung Jeram, baik di Jawa, Bali, Sumatera Barat, Aceh dan Sulawesi Utara. Dengan berkembangnya wisata Arung Jeram ini, maka saat ini Arung Jeram telah menjadi olah raga petualangan sekaligus wisata dan rekreasi keluarga, siap menantang siapa saja yang ingin menikmati pengalaman baru, dan bukan lagi hanya kegemaran dari para petualang sejati.

Dengan banyaknya potensi sungai di Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai sarana wisata Arung Jeram, sementara disisi lain terdapat keterbatasan sumberdaya manusia dibidang ini yang belum terjembatani. Hal ini merupakan peluang dan tantangan tersendiri bagi para penggiat Arung Jeram di indonesia, untuk meningkatkan kualitas diri di bidang Arung Jeram.

Dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat pada saat ini. Banyak sekali bermunculan perkumpulan-perkumpulan arung jeram maupun dibentuknya divisi-divisi baru khusus arung jeram pada perkumpulan pencinta alam yang sudah ada. Demikian juga dengan tumbuhnya industri wisata Arung Jeram, yang memacu kegairahan berbagai kelompok masyarakat untuk ikut menikmati Arung Jeram. Tumbuhnya industri wisata arung jeram ini sayangnya tidak diimbangi dengan Standar Pelayanan dan Keselamatan Wisata Arung Jeram, karenanya seiring makin banyaknya peminat wisata, timbulnya korban juga bertambah. Kecelakaan arung jeram yang menimpa Kepala Divisi Komunikasi BPPN Raymond van Beekum lantaran tersipu air bah di sungai Cisedane, Bogor, sempat mengguncang bisnis wisata arung jeram di Jawa Barat selama lebih dari 1 (satu) tahun, karena luasnya liputan media massa. Dibentuknya Asosiasi Pengusaha Arung Jeram (IWA Indonesia White Water Association) diharapkan menjadi mitra bagi FAJI, untuk ikut membangun dunia arung jeram Indonesia yang aman dan berprestasi international.

Utamakan Keselamatan

Diantara olah raga petualangan seperti Mendaki Gunung (Mountaneering), Panjat Tebing (Rock Climbing), dan juga Penyelusuran Gua (Caving), Arung Jeram secara rata-rata dianggap lebih menantang, beresiko dan berbahaya. Hal ini karena Arung Jeram harus menghadapi rintangan alam yang nyata, dan kadang tidak dapat diduga dan datangnya tiba-tiba. Tetapi seorang penulis petualangan kenamaan, William Mc. Ginnes, menyatakan bahwa sebenarnya Arung Jeram tak lebih beresiko dibanding mengemudi di jalan raya. Walu begitu, pengarungan sungai haruslah disesuaikan dengan kemampuan, ketrampilan dan keadaan alam. Karenanya dalam ber-Arung Jeram keselamatan haruslah tetap menjadi pertimbangan utama.


Sungai berjeram dibagi dalam berbagai tingkat kesulitan (kelas), dari Kelas I (termudah) sampai Kelas VI (tak boleh diarungi). Seperti juga olah raga petualangan lainya Arung Jeram juga memiliki 2 macam bahaya utama ; bahaya dari diri sendiri, termasuk persiapan dan perlengkapan (Subjective Danger) dan bahaya dari alam (Objective Danger). Untuk Arung Jeram, bahaya dari alam terutama adalah sifat dari sungai itu sendiri. Demikian juga perlengkapan, kalau tidak tepat dan kurang lengkap akan menimbulkan bahaya yang nyata (Kecelakaan). Adapun untuk menghindari bahaya dari diri sendiri, seseorang harus berlatih, berlatih dan belajar, baik ketrampilan maupun ilmu-ilmu pendukungnya.

ANGKAT BERAT/BESI


Hasil gambar untuk ANGKAT BESI

Angkat berat atau power lifting adalah salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia. Di kejuaraan Asia Tenggara (SEA Games), lifter putera dan puteri Indonesia senantiasa mendominasi pertandingan dan menjadi tradisi tambang emas. Pada SEA Games 1993 di Singapura, misalnya, para lifter nasional pulang dengan perolehan tujuh medali emas.

Pada kejuaraan Asian Games, lifter Indonesia menghadapi lawan lebih tangguh meski masih mampu menjadi penantang yang diperhitungkan. Lifter nasional membawa pulang satu medali perak dan dua perunggu pada Asian Games 1991 di Beijing, China. Tetapi, pada penyelenggaraan Asian Games 1995 di Jepang, Indonesia hanya mendapat sebuah medali perunggu.

Atlet-atlet power lifting mempunyai rekor yang lebih baik pada peringkat dunia. Komarudin dan Budiarto mengikuti jejak Nanda Telambuna yang gemilang ketika mereka masing-masing memenangkan medali emas di kejuaraan dunia di Jon Koping Swedia pada tahun 1992.

Persatuan Angkat Berat dan Binaraga (PABBSI) senantiasa memberikan pembinaan gigih bagi para atlet. Setiap kesempatan di manfaatkan untuk meningkatkan power lifting Indonesia. Atlet Jawa Barat, Asep Setiawan, tampil prima dengan memecahkan rekor nasional ketiga jenis angkatan dalam Kejuaraan Nasional Senior Angkat Berat. Sayangnya, aksi Asep tak membuatnya mengukir rekornas total angkatan yang baru.

Di kelas 100 kg, Asep memperbarui rekornas squat dari 345 menjadi 345,5. Squat adalah jenis angkatan dimana lifter mengusung barbell di pundak dari posisi berdiri tegak, berjongkok, dan kembali ke posisi semula.

Asep juga meningkatkan rekornas angkatan bench press dan dead lift, masing-masing dengan beban tambahan 0,5 kg. Rekornas bench press yang baru menjadi 225,5 kg, sedangkan dead lift menjadi 303,5 kg.

Bench press merupakan jenis angkatan dimana lifter pada posisi tidur telentang saat mengusung barbell. sementara dead lift adalah jenis angkatan dimana lifter mengangkat barbel dari atas lantai hingga posisi kedua tangan ada di sisi pinggang dalam posisi badan tegak.

Jenis angkatan

Dalam olahraga ini, ada dua jenis angkatan yang sering dilombakan, yakni angkatan clean and jerk dan snatch.

Clean and Jerk
Jenis angkatan clean and jerk adalah jenis angkatan langsung tanpa jeda, di mana atlet harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban (barbel) lurus di atas kepala dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

Snatch
Jenis angkatan snatch atlet mengangkat barbel dalam dua tahap. Pertama, mengangkat beban dari lantai sampai batas dada dengan posisi jongkok. Setelah jeda sebentar untuk mengambil ancang-ancang, atlet kemudian mengangkat barbel sampai kedua tangan lurus di atas kepala, dengan posisi berdiri sempurna beberapa detik, sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.
Kedua jenis angkatan ini bisa dilombakan satu per satu, namun juga bisa digabung sehingga rekor atlet adalah penjumlahan beban maksimal dari total angkatan snatch dan clean and jerk.

Kelas yang dipertandingkan:

+ 105kg Putra
105kg Putra
94kg Putra
85kg Putra
77kg Putra
69kg Putra
62kg Putra
56kg Putra
+ 75kg Putri
75kg Putri
69kg Putri
63kg Putri
58kg Putri
53kg Putri
48kg Putri

Batang Laki-laki
Batang barbel olimpik adalah batang atau tongkat besi berukuran panjang 22 meter (72 ft) dan berat 20 kilogram (44 lb). Bagian ujungnya berdiameter 50 milimeter (2.0 in), sementara bagian pegangannya berdiameter 28 milimeter (1.1 in), dan panjang 1.31 meter (4.3 ft). Batang ini memiliki tanda genggaman berjarak terpisah 910 milimeter (36 in) untuk membantu ukuran intuitif genggaman. Batang ini adalah perlengkapan standar kompetisi angkat besi olimpik di mana para atlet putra dan putri bersaing untuk mengangkat beban terberat, dalam - Pesta Olahraga Persemakmuran, Pesta Olahraga Pan-Amerika, Kejuaraan Angkat Besi Dunia, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Batang semacam ini harus memiliki "whip" (kemampuan untuk menampung energi elastis), kerah yang berputar halus, demikian pula kapasitas kekuatan untuk menahan bantingan angkatan dari atas kepala.

Angkat berat memerlukan batang yang lebih kaku untuk mengakomodasi beban yang lebih berat yang digunakan dalam olagraga ini (khususnya squat). Batang ini biasanya lebih panjang (untuk menampung lebih banyak pelat beban) dan lebih tebal (agar tidak melengkung akibat tekanan beban). Kerah lingkaran tidak perlu dapat berputar seperti batang angkat besi, biasanya lebih sederhana tapi dengan bearing lebih kokoh. Sebagai tambahan, batang angkat berat memiliki tanda genggaman yang lebih dekat, berukuran 810 milimeter (32 in). Ruang yang lebih sempit ini untuk memeriksa genggaman legal dalam bench press.

Federasi Angkat Berat Internasional menetapkan jenis batang yang sama untuk setiap angkatan, berukuran diameter antara 28 milimeter (1.1 in) dan 29 milimeter (1.1 in), dengan panjang tidak lebih dari 22 meter (72 ft), dan jarak antara 131 meter (430 ft) dan 132 meter (433 ft) antara bagian dalam dan kerah (cincin). Salah satu perbedaan visual dari batang limpik Komite Paralimpik Internasional menyetujui bahwa batang Federasi Angkat Berat Internasional tidak boleh dilapisi krom. Dan menetapkan bahwa batang harus seberat 25 kg (55 lb) dengan kerah cincin pengikat terpasang, secara efektif hanya memperbolehkan penggunaan batang seberat 20 kg (44 lb), sama dengan Federasi Angkat Besi Internasional. IPF requires collars to weigh 2.5 kg (5.5 lb) each.

Total beban barbel bervariasi berdasarkan jumlah pelat beban yang dipasang pada ujung batang ketika angkatan dilakukan, dan secara umum dapat mencapai beban lebih dari 540 kilogram (1,190 lb) dengan batang untuk squat (yang batang sendiri dapat mencapai beban 65 lb (29 kg) dan memiliki diameter pegangan hingga 35 mm (1.4 in)).
Kebanyakan batang "olimpik" dapat ditemukan di gym komersial, meskipun terlihat mirip dengan batang olimpik asli, biasanya tidak sesuai dengan ketentuan dan ciri khas batang resmi Federasi Angkat Besi Internasional. Batang-batang ini hanyalah batang latihan beban, dengan penanda, diameter genggaman, dan paling penting - bervariasi kapasitas tekanan hingga melengkung atau bahaya patah.

Batang Perempuan

Batang olimpik perempuan mirip dengan batang olimpik laki-laki, akan tetapi lebih pendek - 2.1 meter (6.9 ft) - dan lebih ringan - 15 kilogram (33 lb) - dengan diameter genggam yang lebih pendek (25 milimeter (0.98 in)). Lalu dibandingkan batang laki-laki, batang perempuan tidak memiliki tonjolan tengah. Sedangkan batang angkat berat meneraokan batang yang sama baik untuk atlet laki-laki maupun atlet perempuan.

ANGGAR


Anggar adalah seni ketangkasan senjata dengan teknik kemampuan seperti memotong, menusuk, atau menangkis senjata lawan dengan memanfaatkan kelincahan tangan. Anggar mulanya merupakan cabang olahraga yang diajarkan di sekolah-sekolah Eropa. Olahraga ini mengalami penyebarluasan ketika ia di pertandingkan secara resmi di ajang Olimpiade.

Pada mulanya, anggar adalah seni beladiri yang menggunakan pedang. Pertandingan anggar pertama berlangsung di Mesir pada abad ke-11 SM.

Bentuk pedang yang diciptakan oleh koeningsmarken dari Polandia memberi inspirasi terciptanya jenis senjata yang kini dipakai dalam pertandingan-pertandingan olahraga anggar, yaitu Floret, Sabel, dan Degen.

Pada abad ke-17, semasa Perancis diperintah Louis XIV, pertandingan anggar menggunakan mode pakaian dari bahan satin, jas panjang brokat, dan celana sampai lutut. Penemuan topeng pelindungan wajah di tahun 1780, oleh La Boessiere, seorang master anggar dari Prancis, mendorong adanya perubahan teknik anggar, terutama dalam rangka melindungi atlet dari cedera berbahaya.

Istilah-istilah seperti remise, counter repaste, dan redoublement, kemudian muncul besamaan dengan perubahan sistem permainan.

Organisasi anggar Indonesia bernama Ikatan Pemain Anggar di Indonesia (IPADI) berdiri tahun 1951, dengan Rusman Rukmatoro sebagai ketua umum pertama.Pada PON I 1948 di Solo, Jawa Tengah, anggar termasuk nomor eksibisi. Anggar resmi di pertandingkan pada PON II tahun 1954, di Jakarta.

Tahun 1953, IPADI mengadakan kongres dan Kejurnas I di Jakarta. Kongres ini memutuskan R.A. Kosasih sebagai ketua umum dan mengubah nama IPADI menjadi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia atau IKASI, dengan kantor pusatnya berkedudukan di Bandung. Tahun 1967, IKASI memindah markasnya ke Jakarta.

Tim anggar Indonesia berpatisipasi dalam kejuaraan internasional, seperti POPN Arab tahun 1953, Olimpiade Melboerne 1956, Asia Oceani di Singapura tahun 1975.

Anggar mengawali kiprahnya di ajang Asian Games Bangkok, Thailand tahun 1978. Bintang anggar Indonesia, Silvia Koeswandi, merebut medali perak di Asia Games di Beijing, Cina. Pada SEA 2005 di Philiphina, tim anggar Indonesia meraih satu emas, satu perak, dan lima perunggu. Rini Ismalasari, Isnawaty Sir Ida, Enny handayani dan Ansye Pattiasina mempersembahkan emas lewat nomor beregu putri. Hasil ini sangat melegakan karena pada SEA Games 2003 di Vietnam, anggar mengalami paceklik medali.

Dalam menghadapi kejuaranaan internasional, IKASI mengadakan seleksi dan Kejuaraan Nasional. Pemilihan pemain berdasarkan peringkat. Kriteria utama pemilihan pemain berdasarkan bakat dan kemampuan dasar pemain. Selanjutnya, postur, pendidikan, dan ranking.

anggar yang dipertandingkan pada olimpiade memainkan tiga nomor yang dinamakan berdasarkan senjatanya:

Floret (foil): pedang yang berbentuk langsing, lentur dan ringan, ujungnya datar atau bulat, tumpul dan berpegas. bila ditusukkan dapat naik/turun, beratnya 500 gram (5 ons). pelindung tangan yang terdapat pada floret lebih kecil dibandingkan dengan Degen atau Sabel. ujungnya untuk menusuk dan bagian bawah untuk menangkis dan menekan.

Sabel (sabre): Pedang yang berbentuk segitiga dan sudutnya tidak tajam, seperti parang kecil, semakin keatas semakin pipih dan ujungnya ditekuk hingga tidak meruncing, beratnya 500 gram. Pelindungan penuh menutupi tangan sampai pangkal tangkai. Bagian atas pedang untuk memarang dan bagian bawah untuk menangkis, serta ujungnya untuk menusuk.


Degen (epée): Pedang berbentuk segitiga dan berparit, pada pangkalnya tebal dan samping keujung kecil, agak kaku. Ujungnya datar dan berpegas dengan pelindung tangan besar, beratnya 750-770 gram. Bagian bawah pedang untuk menangkis dan ujungnya untuk menusuk.

Arena anggar biasanya dalam ruangan tertutup, panjangnya 12 meter dan lebarnya 2 meter. Ditutupi linolium (gabus) dan dilengkapi peralatan elektronik untuk mengetahui terjadinya poin.

Setiap wasit yang memimpin pertandingan, dapat menjatuhkan sanksi (hukuman) pada atlet, apabila melakukan pelanggaran yang ditentukan. Pelanggaran pertama, wasit mengeluarkan kartu kuning. Pelanggaran kedua, wasit mengeluarkan kartu merah. Pelanggaran ketiga, wasit mengeluarkan kartu hitam, (pelanggaran berat, atlet diskor dari pertandingan).

Pakaian terdiri dari:
  • Masker (Pelindung Muka).
  • Sarung Tangan.
  • Baju Jaket terbuat dari bahan yang kuat dan berwarna putih.
  • Untuk pemain Epee atau Poil, baju pemain terbuat dari metal.

BULU TANGKIS

Hasil gambar untuk bulu tangkis

Asal mula Bulu Tangkis

Bulu tangkis merupakan salah satu olahraga yang terkenal di dunia. olahraga ini menarik minat berbagai kelompok umur, berbagai tingkat keterampilan. pria maupun wanita memainkan olahraga ini didalam atau diluar ruangan untuk rekreasi juga sebagai ajang persaingan. bola bulutangkis tidak dipantulkan dan harus di mainkan di udara, sehingga permainan ini merupakan permainan cepat yang membutuhkan reflek yang baik dan tingkat kebugaran tinggi. pemain bulu tangkis juga dapat mengambil keuntungan dari permainan ini dari segi sosial, hiburan dan mental.
bulu tangkis merupakan olahraga yang dimainkan dengan menggunakan net, raket, dan bola dengan teknik pemukulan yang bervariasi mulai dari yang relatif lambat hingga sangat cepat disertai dengan gerakan tipuan.

Sejarah Bulu Tangkis

ternyata beberapa permainan merupakan pelopor dari permainan bulu tangkis modern, tetapi asal permainan tersebut tidak diketahui. catatan menunjukkan bahwa permainan yang dimainkan dengan pemukul kayu dan bola bulu tangkis (cock) telah dimainkan di Cina Kuno, di England pada abad ke-12, di Polandia pada awal abad ke-18, dan di India di penghujung abad ke-19. permainan yang disebut dengan "battledore dan shuttlecock" mencakup pemukulan bola dengan pemukul kayu yang dikenali dengan nama "bat" atau "batedor" dan dimainkan di Eropa antara abad ke-11 dan 14. peserta diharuskan untuk menjaga bola agar tetap dimainkan selama mungkin

Battledore atau shottlecock dimainkan di ruangan besar yang disebut dengan Badminton House di Gloucestershire, England selama tahun 1960-an, dan akhirnya nama bulu tangkis menggantikan battledore dan shuttlecock. area tempat bermain pada ruangan tersebut mempunyai bentuk seperti jam pasir, yang menyempit pada bagian tengahnya. dengan demikian pemain harus memainkan cock pada ketinggian minimum untuk menjaga agar rally terus berlangsung. permainan bulu tangkis dimainkan di lapangan yang berbentuk ganjil tersebut hingga pada tahun 1901. sebuah kawat ditambahkan melintasi bagian tengah lapangan  untuk membentuk net yang masih belum sempurna. peraturan bulu tangkis mulai ditetapkan pada tahun 1887 dan kemudian diperbaiki pada tahun 1895 dan 1905. peraturan tersebut masih tetap digunakan hingga saat ini dengan sedikit perubahan.

Bulu Tangkis Dewasa Ini

Dewasa ini, permainan bulu tangkis didukung oleh Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF). sembilan negara anggota mendirikan IBF pada tahun 1934. pada tahun 1993, IBF telah berkembang dengan negara anggota sebesar 120 negara tersebar luas. kejuaraan yang didukung oleh IBF adalah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Beregu Putra untuk Thomas Cup, Kejuaraan Dunia Beregu Putri untuk Uber Cup, Kejuaraan Dunia Perseorangan, Kejuaraan Dunia Perseorangan Pemain Campuran untuk Sudirman Cup, dan Final Grand Prix.

Thomas Cup untuk putra dan Uber Cup untuk putri merupakan kejuaraan bulu tangkis yang paling bergengsi dan selalu diselenggarakan secara bersamaan. keduanya diatur dalam putaran selama dua tahun pada setiap tahun yang berakhiran genap. para pemain bulu tangkis bersaing untuk memenangkan Kejuaraan Dunia Perseorangan pada tahun yang berakhiran ganjil dan untuk memenangkan Thomas Cup dan Uber Cup pada tahun yang berakhiran genap. Kejuaraan Dunia Perseorangan Pemain Campuran atau Sudirman dimulai di Jakarta, Indonesia pada tahun 1989, dan bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Perseorangan. turnamen utama dunia menghasilkan Seri Kejuaraan Grand Prix. pemain memenangkan angka dengan mengikuti setiap turnamen dan yang memperoleh angka terbanyak diundang untuk mengikuti Final Kejuaraan Dunia Grand Prix pada akhir tahun.

Pada tahun1985, bulu tangkis ditetapkan menjadi bagian olahraga yang diperbandingkan pada Olimpiade 1992 yang diadakan di Barcelona, Spanyol. sebelumnya bulu tangkis dijadikan olahraga yang dipertunjukkan pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea. masuknya bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga yang diperbandingkan di Olimpiade mendukung popularitas olahraga tersebut untuk mendapatkan pengakuan. USBA dewasa ini merupakan Badan Pemerintahan Nasional atau NGB yang mewakili bulu tangkis pada Komite Olimpiade Amerika Serikat atau USOC.

Partai

ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulutangkis yaitu:

  • tunggal putra
  • tunggal putri
  • ganda putra
  • ganda putri
  • ganda campuran
sejak 1 februai 2006, seluruh partai memakai sistem "pemenang dua dari tiga set" (best of three) yang masing-masing diraih dengan mencapai 21 poin secara rally point.

Peraturan

tiap pemain atau pasangan mengambil posisi dikedua sisi jaring diatas wilayah persegi panjang yang ditandai dilantai. tujuan permainan adalah memukul sebuah cock menggunakan raket, melompati jaring ke wilayah di seputar batasan/ aras tertanda sebelum pemain atau pasangan lawan bisa memukul balik. untuk setiap kali ini berhasil dilakukan oleh regu yang melakukan servis, pemain atau pasangan penyervis (peladen) mencetak skor satu poin. setelah memenangi satu poin, pemain yang sama menyervis kembali, dan terus menyervis sepanjang mereka terus mencetak poin. apabila regu yang tak menyervis memenangkan reli ini, tiada poin dicetak oleh mereka tetapi ada pergantian penyervis.

dalam permainan ganda, seorang peladen memulai permainan, dan setalah kalah sebuah reli, servis berpindah ke regu lawan. dari waktu itu ke depannya, kedua pemain pada seregu bergantian menyervis (meladen) sebelum servis kembali berpindah kepada lawan mereka. pemain di sisi servis tangan kanan selalu memulai servis.

 Wilayah Servis

tiap-tiap pemain menetapkan di antara dua wilayah servis. ada wilayah servis untuk tunggal, yakni berlebar 5,18 meter dan panjangnya 13,40 meter. areal servis untuk ganda berukuran 6,10 meter pada lebarnya dan 11,88 meter panjangnya. wilayah servis dibagi dua belahan. di tengah-tengah lapangan berdiri jaring (net), yakni 1,55 meter tingginya. garis-garis servis pendek berentang 1,98 meter dari jaring. kotak servis kiri dan kotak servis kanan dipisahkan oleh garis di tengahnya.

Perlengkapan

1. Raket

secara tradisional raket dibuat dari kayu. dalam perkembangannya aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan untuk raket. kini hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

2. Cock atau Kok

kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulutangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga cock dari plastik.

3. Senar Raket

mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis adalah senarnya. jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. kebanyakan senar ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.

4. Sepatu

karena percepatan sepanjang lapangan sangat penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. sepatu bulutangkis membutuhkan sol karet untuk cengkeraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat, bulutangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan perelangan kaki.

5. Net

bulutangkis tidak akan pernah berjalan tanpa perlengkapan yang satu ini. net merupaka pembatas antara bidang permainan pemain yang satu dengan yang lain. tinggi net kurang lebih 152 cm dan sama untuk semua jenis permainan, baik itu tunggal maupun ganda, putri maupun putra.

    PENCAK SILAT


    Hasil gambar untuk pencak silat

    Awal Mula Pencak Silat

    Pencak silat (cara berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) merupakan seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipin Selatan dan Thailand Selatan.

    Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Persila (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat diberbagai negara.

    Olahraga pencak silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 Masehi, tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. meskipun demikian,pencak silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca  bahasa Melayu di berbagai daerah pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisonal mereka sendiri. dalam bahasa Minangkabau, silat disebut silek.

    Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu telah beradaptai dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya.

    Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. secara historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. sehingga, setiap daerah umumnhya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.

    Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum ulama, seiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. silat lalu berkembang dari sekadar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. disamping itu pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.

    Istilah dalam Pencak Silat

    1. Sikap dan Gerak

    pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakkannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

    2. Teknik

    pencak silat memiliki macam yang benyak dari teknik bertahan dan menyerang. praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.

    3. Jurus

    pesilat berlatih dengan jurus-jurus. jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. saat digabungkan, itulah dasar pasan, atau aliran seluruh tubuh.

    Aspek dan Bentuk

    kesenian Randai dari Sumatra Barat memakai silek (silat) sebagai unsur tariannya. terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:

    • Aspek Mentak Spiritual
      pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. para pendekar dan mahaguru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat ketinggian keilmuannya.
    • Aspek Seni Budaya
      budaya dan permainan "seni" pencak silat merupakan salah satu aspek yang sangat penting. istilah pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
    • Aspek Bela Diri
      kepercayaan dan ketekunan diri sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. istilah silat cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat
    • Aspek Olahraga
      ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat adalah penting. pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. kompetisi merupakan bagian aspek ini. aspek olahraga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atu regu
             bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet merupakan contoh dari aliran-aliran tersebut. ada pula yang berpendapat bahwa aspek beladiri dan olahraga ,baik fisik maupun pernapasan , adalah awal dari pengembangan silat. aspek olahraga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.

            bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturn yang ditempuh oleh pesilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.

    Tingkat Kemahiran

    secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi bebeapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:
    • Pemula
      pada tingkat ini pesilat belajar semua tahap dasar seperti kuda-kuda, teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan, tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI.
    • Menengah
      di tahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, dan variasi. bila pesilat mulai terlihat minat dan bakatnya akan disalurkan pada masing-masing cabang, misalnya olahraga dan seni budaya.
    • Pelatih
      hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman ditahap pemula dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya. mereka akan diberikan teknik-teknik beladiri perguruan. biasanya teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya dan mampu secara teknik manapun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur sangat efektif dalam melumpuhkan lawan sangat mematikan.
    • Pendekar
      di tahap ini pesilat telah diakui oleh para sesepuh perguruan. mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.
    Pencak Silat di Dunia

    pencak silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olahraga kompetisi dibawah penguasaan dan pengaturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat ke beberapa negara di lima benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan pencak silat sebagai kompetisi olahraga internasional. hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.

    kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. pada 1986 Kejuruan Dunia Pencak Silat  pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.

    pada tahun 2002 pencak silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukkan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir diselenggarakan pada tahun 2002 bertempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.

    selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagi pertandingan  olahraga, masih banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek atau Silat di berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan.

    Padepokan Pencak Silat Indonesia

    Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan keterampilan tertentu. nama padepokan digunakan sebagai tempat belajar dan mengajar pencak silat.

    Padepokan Pencak Silat Indonesia (PPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi di lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar 5.000 m2padepokan ini telah resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1997. Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) mempunyai sedikit lima fungsi, yakni:

    • sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut pencak silat.
    • sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubungan dengan upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran dan peningkatan citra pencak silat serta nilai-nilainya.
    • sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat pencak silat Indonesia.
    • sebagai sarana unuk mempererat persahabatan diantara masyarakat pencak silat diberbagai negara.
    • sebagai sarana untuk memasyarakatkan dua kode etik manusia pencak silat, yakni Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat.