Rabu, 02 November 2016

LOMPAT JAUH

Lompat Jauh

Hasil gambar untuk lompat jauh

A. Seluk Beluk Lompat Jauh

Perkembangan lompat Jauh

Dahulu, lompat jauh secara tidak sengaja sudah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita. mereka melakukan hal tersebut (lompat jauh) semata-mata untuk bertahan hidup. sejalan dengan waktu, orang-orang dahulu mengadakan perlombaan secara berkala bersamaan dengan atletik. masa berkembang, lompat jauh sampai saat ini sudah mengakar sampai penjuru dunia. bahkan di olimpiade, lompat jauh menjadi fokus dari penonton dunia.

Peraturan-peraturan lompat jauh

beberapa aturan dan peraturan dalam lompat jauh sebagai berikut:

  1. urutan giliran pelompat jauh ditentukan dengan jalan undian
  2. hasil-hasil yang dipergunakan sebagai dasar penetapan pemenang adalah lompatan yang terbaik (jauh), kecuali bila terjadi hasil keindahan yang sama
  3. dalam nomor lompat jauh bagi peserta yang setelah di panggil dan dalam jangka waktu 2 menit belum juga melakukan lompatan, maka hal itu dianggap lompatan yang gagal
  4. dalam nomor lompat jauh, setiap peserta diberi kesempatan 6 kali melakukan lompatan, sesudah itu kepada 6 pelompat tersebut diberi 3 kali lagi. kalau pesertanya tidak lebih dari 6 orang maka kepadanya langsung diberi kesempatan melompat 6 kali
  5. apabila terdapat hasil yang sama, penentuan urutan pemenang ditetapkan oleh hasil kedua yang terbaik. jika belom bisa memberi keputusan maka ditetapkan menurut hasil yang ketiga dan seterusnya
Gaya-gaya pada lompat jauh

keberhasilan dalam lompat jauh dipengaruhi oleh awalan, tumpuan, saat di udara, dan saat mendarat. awalan yang baus, tumpuan yang tepat dan kuat, gaya saat di udara, dan pendaratan yang bagus pula menyebabkan lompatan yang sempurna. untuk lompatan yang jauh diperlukan awalan yang cepat, tumpuan yang kuat dan gaya-gaya saat diudara yang bertujuan menambah kecepatan badan.
berikut ini gaya-gaya saat melayang di udara pada lompat jauh.

a. Lompat jauh gaya jongkok

Hasil gambar untuk lompat jauh gaya jongkok

sesudah kaki kiri bertumpu pada balok tolak, maka kaki ayun (kanan) diayunkan kuat-kuat ke depan kemudian kaki kiri menyusul dan keduanya rapat agak dilipat (berjongkok). setelah melewati tinggi maksimal badan dibengkokkan ke depan, kedua kaki lurus dan bersama kedua lengan diluruskan di depan. kemudian mendaratlah dan jatuh ke depan.

b. Lompat jauh gaya menggantung atau tegak ( schnepper)

Hasil gambar untuk lompat jauh gaya jongkok

setelah bertumpu (kaki kiri), kaki ayun (kaki kanan) diayunkan ke depan. saat mencapai ketinggian maksimal, lalu kaki ayun digerakkan lagi ke belakang hingga bersatu dengan kaki tumpu. bertepatan dengan itu kedua lengan diayunkan lurus ke atas belakang, pandangan ke atas.
jadi, pada saat ini sikap badan membentuk seperti busur ke depan. sebelum mendarat kaki diluruskan ke depan. kedua lengan diayunkan cepat ke depan hingga ke belakang. setelah mendarat, kedua lengan digerakkan lagi menyentuh tanah.

c. Lompat jauh gaya berjalan di udara (walking in the air)

Hasil gambar untuk lompat jauh gaya berjalan di udara

sesudah bertumpu, kaki ayun di bawa ke depan, setelah mencapai tinggi maksimal kaki ayun tadi digerakkan ke belakang dan kaki tumpuan digerakkan pula ke depan. jadi, pada saat melayang setelah kaki ayun berada di depan lalu digerakkan ke belakang dan kemudian dibawa lagi ke depan hingga kedua kaki bergerak seperti gerak langkah berjalan. hingga inilah yang dimaksud "berjalan di udara" (walking in the air).

hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran.
pengukuran dalam lompat jauh, lompatan diukur dari tempat yang paling dekat dengan daerah pendaratan yang telah dilanggar oleh anggota badannya (ditunjukkan pada huruf m). ukurlah ke atas jalur lompatan dengan teliti. jarak yang paling dekat dengan 1 cm dibawah jarak lompatan. jadi, dalam lompat jauh usahakan jatuhnya ke depan.

BALET

Balet

Hasil gambar untuk balet

Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografikan menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti point work,grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balliyang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.

Rekaman sejarah pertama tentang persentuhan balet dengan Indonesia menyebut adanya kunjungan dari Anna pavlopa and Company ke Hindia Belanda yang tiba di Batavia tanggal 21 Februari 1929, dan melakukan pertunjukan pada tanggal 8 Maret 1929.Dalam pertunjukan yang diadakan di Princesse Schouwburg Weltevreden ini, Anna Pavlova membawakan repertoar "The Magic Flute, Snowflakes" and "Divertissements" . Anna Pavlova melanjutkan kunjungannya ke Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Kemudian grup balet Dandré-Levitoff Russian Ballet ke Hindia belanda pada tahun 1934 dan melakukan pertunjukan di empat kota besar yaitu Batavia, Bandung, Semarang, dan Surabaya.Grup balet ini juga berkunjung ke Bali dan tertarik dengan seni tari Bali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia. Grup balet ini membawakan Swan Lake yang menjadi sensasi di Surabaya, dan juga Les sylphides, La fille mal gardée and Polovtsian dances.
Di awal abad ke-20, balet di Indonesia kebanyakan diajarkan dan dirintis oleh orang Belanda yang bermukim di Indonesia, yang mengajarkan balet kepada para perintis balet Indonesia.puck meijer yang berada di Jakarta mengajarkan ballet kepada farida oetoyo,Nanny lubis,james Danandjaja, Elsie Tijok, dan Julianti parani. Sementara di Surabaya, marlupi sijangga belajar kepada Mevrouw Zaller.ludwig werner dan willy Roemers juga menjalankan sekolah balet di Jakarta yang bertahan hingga pertengahan abad ke-20 di mana Farida Oetoyo juga belajar dan mengajar di sana.
Sepeninggal para guru balet Belanda tersebut, di awal tahun 50-an mulai berdiri sekolah balet oleh perintis balet Indonesia. Pada tahun 1956 dua sekolah balet berdiri, yaitu Namarina oleh Nanny Lubis di Jakarta dan Marlupi dance academy oleh Marlupi Sijangga di Surabaya. The Jakarta Ballet School berdiri pada tahun 1957 oleh Elsie Tjiok San Fang, yang pada tahun 1958 berganti nama menjadi sekolah balet Nritya Sundara oleh Farida Oetoyo dan Yulianti Parani, dan pada tahun 1977 menjadi Sekolah Ballet sumber cipta. Dua sistem pengajaran balet yang paling dominan di Indonesia adalah kurikulum royal academy of dance(RAD) yang masuk pada tahun 1970-an dan sistem Vaganova.
Pada tahun 1959, sekelompok penari membentuk Balet Nasional, yang diarahkan untuk mengadakan pertunjukan teratur seperti di Eropa (membentuk sebuah ballet company professional). Penari yang terlibat adalahfarida oetoyo,james Danandjaja (Jimmy Tan), julianti parani,willy roemers, Louis Pandelaki, dan Valeska Ong. Sayangnya grup ini tidak bertahan lama karena kesibukan pribadi masing-masing penarinya, selain kurangnya juga dukungan dana dan antusiasme penonton. Pada tahun 1996, Aiko Senosoenoto membentuk Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company yang berbasis tari modern dan kontemporer. Pada tahun 1998 Farida oetoyo membentuk grup tari kontemporer bernama Kreativitat Dance Indonesia. Pada tahun 2006 dengan rintisan maya tamara dan jetty maika namarina membentuk grup semi profesional berbasis tari balet bernama Namarina Youth Dance yang mengadakan pementasan sekali setahun.

Hingga saat ini, Indonesia belum memiliki grup balet profesional purna waktu (full time ballet company) yang serupa dengan Singapore Dance Theatre, Ballet Philippines, atau Hong Kong Ballet.

Selasa, 01 November 2016

PANJAT TEBING

Hasil gambar untuk pengertian panjat tebing

Sejarah Panjat Tebing 

Pada sekitar tahun 1960, perkembangan panjat tebing di Indonesia dimulai, dimana Tebing 48 di Citatah, Bandung. mulai dipakai sebagai ajang latihan oleh pasukan TNI AD.

Tahun 1976, merupakan awal mula panjat tebing modern di Indonesia dimulai, yaitu ketika Harry Suliztiarto mulai berlatih memanjat di Citatah, Bandung dan diteruskan dengan mendirikan SKYGERS ''Amateur Rock Climbing Group'' bersama tiga orang rekannya, Heri Hermanu, Dedy Hikmat dan Agus R, yang pada tahun 1977.

Tahun 1979, Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta. yang merupakan upaya mempublikasikan olahraga panjat tebing di Indonesia. Skygers mengadakan Sekolah Panjat Tebing yang pertama pada tahun 1981.

Tahun 1980, Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya dipanjat oleh team ITB, dan masih pada tahun yang sama Wanadri menjadi team Indonesia pertama yang melakukan ekspedisi ke Cartenzs ''Pyramide'', mereka gagal sampai puncak, namun berhasil di Puncak Jaya dan Cartenzs Timur.

Tahun 1982, terjadi tragedi dengan merenggut korban tewas pertama panjat tebing Indonesia adalah Ahmad, salah satu pemanjat asal Bandung, tragedi terjadi ketika melakukan pemanjatan pada Tebing 48 di Citatah.

Pada tahun 1984, Skygers dan Gabungan Anak Petualang memanjat Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur serta Tebing Ulu Watu di Bali.

Tahun 1985, Tebing Sorelo, Lahat, Sumatra Selatan. dipanjat oleh Team Ekspedisi Anak Nakal.

Pada tahun 1986, Kelompok Gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di Sulawesi Selatan, Lalu Kelompok Unit Kenal Lingkungan Universitas Padjajaran memanjat Gunung Lanang di Jawa Timur, Team Jayagiri merampungkan Dinding Ponot di Bendungan, Si Gura-gura, Sumatra Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berhasil dengan menciptakan lintasan baru. Sebagai catatan, bahwa kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, kompetisi dilaksanakan pada tebing alam dan sempat ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia.

Tercatat pada tahun 1987, Ekspedisi Wanadri yang menyelesaikan pemanjatan di Tebing Unta di Kalimantan Barat, Kelompok Trupala memanjat Tebing Gajah di Jawa Tengah dan Skygers memanjat Tebing Sepikul di Jawa Timur. Pada tahun ini pula lomba panjat tebing di Indonesia yang pertama dilaksanakan, yaitu di Tebing Pantai Jimbaran, Bali.

Tahun 1988, Kantor Menpora bekerjasama dengan Kedutaan Besar Perancis mengundang empat pemanjat mereka untuk memeperkenalkan dinding panjat serta memberikan kursus pemanjatan. Pada akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia(FPTGI), yang diketuai oleh Harry Suliztiarto. Pada tahun yang sama Aranyacala Trisakti mengadakan ekspedisi panjat tebing, pada Tower III, Tebing Parang, Jawa Barat. yang dipanjat oleh kelompok yang kesemua anggotanya putri. Kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor. Sandy Febryanto (Alm) dan Djati Pranoto melakukan panjat kebut yang pertama dilakukan di Indonesia, di Tower I Tebing Parang, yang mana merupakan pemanjat tebing besar pertama yang dilakukan tanpa menggunakan alat pengaman, waktu yang diperlukan adalah empat jam.

Pada tahun ini(1988), Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing memerlukan waktu lima hari pemanjatan dan menjadi penyebab kagagalan untuk memenuhi target dua hari pemanjatan di Dinding Utara Eiger, Alpen, Perancis. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru pada dinding yang sama. Keberangkatan Sandy Febriyanto dan Djati Pranoto ke Yosemite, AS. untuk memanjat Half Dome guna memecahkan rekor Speed Climbing, pada tahun 1988, dan mengalami kegagalan pula di El Capitan.

Tahun 2004 panjat tebing resmi menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali di PON 2004. Sesuai SK FPTI No. 108/SKEP-PPFPTI/07.04 cabang panjat tebing pada PON 2004 memperebutkan 14 medali emas yaitu:

  • Perorangan kesulitan putra
  • Perorangan kesulitan putra
  • Perorangan kecepatan putra
  • Perorangan kecepatan putri
  • Perorangan jalur-pendek putra
  • Perorangan jalur-pendek putri
  • Beregu kesulitan putra
  • Beregu kesulitan putri
  • Beregu kecepatan putra
  • Beregu kecepatan putri
  • Beregu jalur-pendek putra
  • Beregu jalur-pendek putri
  • Beregu ganda-campuran kesulitan
  • Beregu ganda-campuran kecepatan


Jenis Batuan Tebing
Jenis batuan tebing yang biasa digunakan untuk pemanjatan dalam olahraga panjat tebing adalah sebagai berikut;

• Batu Andesit

• Batu Kapur (Limestone)

• Batu Karang

Peralatan Panjat TebingJumlah setiap peralatan yang digunakan akan dipengaruhi oleh jumlah pemanjat, tehnik pemanjatan maupun medan pemanjatan. Macam peralatan akan dipengaruhi oleh kesiapan pemanjat, baik kemampuan maupun antisipasinya.

Berikut beberapa peralatan dasar yang digunakan untuk memanjat tebing:

• Helm, pada pemanjatan tebing berfungsi kurang lebih sama dengan helm pada umumnya yaitu untuk melindungi kepala dari benturan. Helm digunakan untuk pemanjatan pada tebing alam, selain untuk menhindari benturan kepada pada tebing juga untuk mengurangi risiko jika tertimpa banda jatuh. Untuk pemanjatan artifisial (terutama saat kompetisi) penggunaan helm tidak lazim.

• Kernmantle rope/Tali kernmantle, merupakan peralatan pengaman utama bagi pemanjat dari kejatuhan dengan jarak ketinggian tertentu. Panjang Kernmantle rope rata-rata adalah 70 meter. Jenis kernmantle untuk pemanjatan terbagi menjadi dua: dinamik dan statik. Tali dinamis biasa digunakan untuk pemanjatan dengan teknik lead (rintisan) karena ketika pemanjat terjatuh akan mempunyai elastitas yang cukup baik sehingga menghindari terjadi cedera dalam (khususnya tulang belakang). Tali statik pun tidak sarankan untuk digunakan mengingat elastitasnya yang sangat rendah yang berbahaya pada energi yang terpaksa harus diterima oleh tubuh jika terbebani saat pemanjat terjadi.

• Climbing Shoes/Sepatu Panjat untuk panjat tebing maupun panjat dinding memiliki kesamaan fungsi, yaitu untuk membantu pemanjat untuk berpijak pada permukaan vertikal, dan melindungi kaki dari tajamnya bebatuan maupun gesekan bebatuan yang kasar.

• Chalk bag/Kantung kapur, merupakan sebuah tas kantung untuk menampung bubuk magnesium klorida, yang membantu pemanjat mengurangi kelembapan pada telapak tangan ketika melakukan pemanjatan, sehingga dapat membuat pegangan pemanjat tetap stabil.

• Sling, sangat bermanfaat pada panjat tebing maupun panjat dinding, sling dapat digunakan sebagai runners, back up maupun menjadi bagian pengaman lainnya. Sling dibagi menjadi dua macam, sling prusik dan sling webbing, untuk panjang dan diameter sling memiliki banyak variasi.

• Full Body harness, merupakan peralatan panjat yang dikenakan pada tubuh. Body harness biasa digunakan untuk dunia kerja, rescue dan flying fox. Body harness membantu penggunanya untuk tetap dalam posisi duduk.

• Seat harnes, selain Full Body harness dikenal juga seat harness. Untuk pemanjatan sport dan petualangan (mounteineering) lazim digunakan seat harness, karena simple. Sedangkan full body harness digunakan di dunia industri. Perbedaan full-body dan seat-haness adalah saat pemanjat jatuh full body harness akan mempunyai kemungkinan yang sangat besar pemanjat akan jatuh dengan posisi kaki dibawah, sedangkan seat-harness mempunyai kemungkinan kepala berada dibawah ketika terjatuh. Sehingga untuk dunia kerja yang sangat menghindari risiko, seat harness tidak dibenarkan untuk digunakan.

• Sarung tangan, akan melindungi tangan bagi belayer ketika mengamankan pemanjat maupun rapler dari bahaya gesekan telapak tangan dengan tali pengaman.

• Hammer/palu, sangat dibutuhkan untuk pemasangan pengaman buatan berupa piton pada panjat tebing, cara membawa hammer akan lebih mudah bagi pemanjat jika tali pada hammer disilangkan pada bahu pemanjat.

• Carabiners, diciptakan untuk menggabungkan berbagai jenis peralatan. Carabiners memiliki banyak bentuk dan variasi, umumnya carabiners dibagi menjadi dua jenis, yaitu carabiner non screw gate dan carabiner screw gate. Carabiners biasa dihubungkan pada tali maupun pengaman untuk pemanjatan, carabiner sangat kuat karena sebuah nyawa disandarkan pada carabiner ketika dilakukan suatu pemanjatan dari bahaya jatuhnya pemanjat dari ketinggian.

• Quickdraw/runner, merupakan gabungan antara prusik dan dua buah carabiner. Biasanya digunakan untuk menjadi bagian penyambung antara chocks, friends, tricams, bolts ataupun pitons terhadap tali carnmantel.

• Hand ascender, merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu pemanjat dalam menaiki tebing dan bertumpu pada bantuan tali, secara otomatis hand ascender maupun jenis ascender lainnya akan mencatut tali jika diberi beban dan akan mudah digeser jika tidak memiiki beban.

• Ascender handle, juga merupakan jenis ascender. Ascender handle merupakan pengembangan dari hand ascender dengan fungsi yang dimiliki kurang lebih sama.

• Rigger plate, berfungsi sebagai plat conector dari anchor point ke lintasan, karena dalam beberapa kasus dibutuhkan beberapa lintasan dalam satu anchor point fix. Rigger plate terdiri dari sebuah plat yang memiliki beberapa lubang, yang dapat di tempati oleh lebih dari 2 pengaman.

• Edge Rollers, Merupakan pelindung tali yang didesign untuk mencegah terjadinya gesekan antara tali dengan sudut bidang, dinding batu, dan sebagainya.

• Padding, berfungsi untuk memberi perlindungan pada tali dari gesekan benda tajam, seperti gesekan tali dengan sudut tebing, dinding,dll. Padding terbuat dari bahan terpal, canvas, matras, karet tebal yang tahan terhadap gesekan.

• Cams/ friends/ spring loaded camming device (SLCD), Friends merupakan salah satu jenis pengaman sisip yang digunakan dalam panjat tebing, anda dapat menarik tuas baja yang membuat bagian ujung friends menyempit dan melepaskannya pada celah yang diinginkan. Friends sangat fleksible, karena dapat digunakan pada berbagai ukuran celah/rongga.

• Pitons, merupakan pengaman yang ditancapkan pada rongga-rongga tebing, piton memiliki empat jenis yaitu Bongs, Bugaboons, Knife-blades dan Angle.

• Nuts/Chock friends merupakan jenis pengaman sisip yang dimana cara penggunaannya dengan menyelipkan nuts pada sebuah rekahan yang sesuai. Nuts/Chock friends memiliki ukuran yang berbeda-beda untuk itu nuts biasanya tersedia dalam set.

• Hexes/chock hexentris, memiliki fungsi yang sama dengan nuts tetapi hexes berbentuk tabung segi enam. Hexes tetap memiliki kekuatan yang baik walaupun agak sulit dalam penggunaannya. Hexes tersedia dalam beberapa ukuran.

• Tricams, merupakan pengaman sisip selanjutnya. walaupun berbeda bentuk, tetapi fungsinya sama dengan nuts dan hexes. Pemakaiannya relatif sulit, tidak dianjurkan dipakai untuk pemula.

• Figure eight/figur delapan, peralatan ini termasuk salah satu Descender adalah alat bantu yang digunakan untuk menuruni medan vertical dan tali sebagai jalur. Bentuknya menyerupai angka 8, ukuran dan bentuknya bermacam-macam, rate strange 3000 kg., menggunakan alat ini menyebabkan puntiran pada tali salah satu kelemahan alat ini ketika digunakan.

• Autostop, berfungsi sebagai desender dan ini di-design untuk pengereman automatis, system kerja pengereman automatis akan bekerja ketika handle kita lepaskan. Selain itu alat ini dapat juga digunakan sebagai alat belay (belay device) untuk menurunkan korban dari ketinggian, atau dapat juga kita gunakan untuk ascending dengan tambahan kombinasi ascender.

Istilah

  1. Kawasan panjat tebing adalah wilayah pemanjatan yang terdiri minimal dari satu tebing alam pemanjatan.
  2. Tingkat Kesulitan Jalur Pemanjatan adalah skala subjektif untuk mengukur seberapa sulit sulit suatu jalur pemanjatan. Tingkat kesulitan diukur oleh para pemanjat yang mencoba suatu jalur, berdasarkan percobaan itu ditentukanlah tingkat kesulitan. Di dunia dikenal berbagai sistem pengukuran. Yang banyak digunakan di Indonesia adalah skala pengukuran US Yosemite System yaitu menggunakan notasi 5.xx (5.1 - 5.15). Jalur tersulit yang ada di Indonesia adalah di tingkat 5.13b yaitu jalur Si Berat di Tebing 125, Kawasan Pemanjatan Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sedangkan kebanyakan tingkat kesulitan pemanjatan di Indonesia adalah berkisar di 5.9-5.10.
  3. Tebing artifisial adalah fasilitas dinding panjat yang dibuat manusia.
  4. Tebing alam (natural rock) adalah tebing batu yang dapat dilakukan sebagai tempat untuk melakukan pemanjatan tebing
  5. Bouldering (jalur-pendek) adalah cara memanjat suatu jalur yang berisi minimal satu titik-fokus kesulitan. Jenis jalur bouldering mempunyai ketinggian maksimum yang aman dilakukan pemanjatan tanpa menggunakan mengaman tali.
  6. Crux adalah titik tersulit pada jalur pemanjatan.
  7. Red-point adalah nilai yang diperoleh seorang pemanjat jika berhasil melakukan pemanjatan tanpa membebankan tali pengaman pada suatu jalur pemanjatan setelah melakukan percobaan pemanjatan lebih dari satu kali.
  8. On-sigth adalah nilai tertinggi yang diperoleh oleh seorang pemanjat jika berhasil melakukan pemanjatan tanpa membebankan tali pengaman dengan satu percobaan dan tanpa melihat pemanjat lain sebelumnya melakukan pemanjatan pada jalur tersebut.
  9. Lead climbing adalah teknik memanjat jalur pemanjatan dimana pemanjat pertama memasang peralatan pengaman dan diamankan oleh seorang pengaman (belayar) dari bawah. Teknik pemanjatan ini cocok untuk pemanjat yang telah mempunyai kemampuan memadai untuk melakukan pemanjatan.
  10. Top-rope climbing adalah teknik memanjat suatu pemanjatan dimana tali pengaman pemanjatan telah terpasang pada titik akhir pemanjatan dan pemanjat tidak perlu memasang sendiri pengamanan selama pemanjatan. Pada pemanjatan ini pemanjat nyaris tidak mungkin jatuh jika gagal melakukan pemanjatan. Teknik ini digunakan untuk pemanjat pemula yang akan melakukan pemanjatan suatu jalur.
  11. Jalur-tersedia adalah jalur pemanjatan telah dibuat oleh pemanjat sebelumnya yang telah diberi pengaman permanen (berupa hanger atau piton) sehingga pemanjat lain tinggal mengaitkan cincin kait untuk mengamankan pemanjatannya

BAMBU BETUNG

Hasil gambar untuk asal usulpermainan bambu betung

Betung atau petung (Dendrocalamus asper) adalah salah satu jenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang yang besar dan termasuk ke dalam suku rumput-rumputan. Bambu ini memiliki aneka nama lokal seperti bambu betung, buluh petung (Mly.); bulu botung (Bat.); oloh otong (Gayo); triĕng bĕtong (Aceh); léwuo guru (Nias); bambu batuĕng (Mink.); pĕring bĕtung (Lamp.); awi bitung (Sd.); pring pĕtung, dĕling pĕtung, jajang bĕtung (Jw.); pĕréng pĕtong (Md.); tiing pĕtung (Bl.); bulo patung, b. patong (Mak.); awo pĕtung (Bug.); au pĕtung (Solor); bambu swanggi (Banda), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris ia disebut rough bamboo atau giant bamboo.

Sejarah

Bambu merumpun; rebungnya hitam keunguan, tertutup oleh bulu-bulu (miang) seperti beledu cokelat hingga kehitaman. Buluh berukuran besar, panjang ruas 40-50 cm dan garis tengahnya 12-18(-20) cm, secara keseluruhan buluh mencapai tinggi 20 m dengan ujung yang melengkung; warnanya bervariasi dari hijau, hijau tua, hijau keunguan, hijau keputihan, atau bertotol-totol putih karena liken. Buku-bukunya dikelilingi oleh akar udara. Tebal dinding buluhnya antara 11 sampai 36 mm.

Pelepah buluh berukuran besar, lk. 50 × 25 cm, tertutup oleh miang berwarna hitam hingga cokelat tua; kupingnya membulat dan terkadang mengeriting hingga dasar daun pelepah buluh, tinggi 7 mm dengan bulu kejur hingga 5 mm; ligula (lidah-lidah) menggerigi tidak teratur, tinggi 7-10 mm dengan bulu kejur pendek hingga 3 mm; daun pelepah buluh menyegitiga dengan dasar menyempit, terkeluk balik. Daun pada ranting dengan pelepah yang lokos atau bermiang pucat jarang-jarang, tanpa kuping, ligula lk. 2 mm, helaian berukuran 15-30(-45) × 1-2,5(-8,5) cm, sisi bawahnya agak berbulu; tangkai daun amat pendek.

Perbungaan berupa malai pada ranting tak berdaun, dengan kelompok-kelompok spikelet pada masing masing bukunya. Spikelet bentuk elipsoid, 6-9 × 4-5 mm, sedikit memipih ke samping, berisi 1-2 gluma dan 4-5 floret.

Asal-usul bambu betung tidak begitu jelas, akan tetapi diperkirakan berasal dari wilayah Asia Tenggara. Pada saat ini betung didapati ditanam di seluruh Asia tropis, dan diintroduksi ke berbagai negara lain termasuk Ghana, Benin, Kongo, Kenya, dan Madagaskar. Tumbuhan ini menyebar hingga ketinggian 1.500 m dpl., namun di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango betung tercatat hingga ketinggian 1.910 m dpl.

Betung tumbuh baik pada tanah-tanah aluvial yang lembab dan subur, meskipun bambu ini juga mampu tumbuh di tempat-tempat kering di dataran tinggi maupun rendah. Bambu betung tumbuh subur terbaik pada ketinggian 400–500 m dpl di daerah dengan curah hujan tahunan rata-rata sekitar 2.400 mm. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada berbagai jenis tanah, tetapi tumbuh dengan lebih baik pada tanah-tanah berat berdrainase baik. Menyukai sinar matahari penuh, suhu minimum supaya dapat tumbuh dengan baik adalah 25 °F.

 Manfaat

Bambu betung memiliki banyak manfaat dan terutama digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk konstruksi pelbagai bangunan: tiang rumah, andang-andang perahu, rangka gudang tembakau, jembatan dan titian, perancah dan lain-lain. Buluhnya yang tebal umumnya dianggap kuat dan awet; pada kadar air 8% kerapatan kayunya antara 0,7-0,8 g/cm³. Pada kadar air 15%, keteguhan patah bambu betung adalah 103 N/mm²; keteguhan tekan sejajar arah serat 31 N/mm²; dan keteguhan gesernya 7,3 N/mm².

Pemanfaatan lainnya di antaranya untuk semah-semah perahu, tahang air atau nira, saluran air, alat musik, furnitur, peralatan rumah tangga dan kerajinan, papan laminasi, bubur kertas, sumpit, tusuk gigi, serta aneka kegunaan lainnya.


Rebungnya yang besar dan manis disukai orang, untuk dibuat acar atau masakan lain. Mutu rebung ini dianggap yang terbaik dibandingkan dengan rebung bambu jenis lain, termasuk pula apabila dikalengkan.


PLETOKAN

Pletokan

Hasil gambar untuk asal usul permainan pletokan

Disebut dengan nama Pletokan dikarenakan bunyi yang dihasilkan dari permainan ini berbunyi “pletok”. Permainan tradisional ini berasal dari Jakarta yang merupakan permainan khas masyarakat Betawi. Meski demikian, tidak hanya dikenal oleh masyarakat Jakarta, permainan pletokan juga diketahui dan dimainkan di beberapa daerah lain di Indonesia.

Permainan ini dimainkan oleh anak laki-laki berusia 6-13 tahun, dimainkan secara perorangan atau kelompok. Bila dimainkan perorangan biasanya sasaran utamanya adalah binatang berupa serangga-serangga kecil. Sementara, bila dimainkan per kelompok, maka sasaran permainan ini adalah lawan dari kelompok itu. Jadi, gambaran permainan ini seperti bermain tembak-tembakan atau perang-perangan, cuma alat yang digunakan di sini bukan pistol mainan atau sejenisnya melainkan dengan memanfaatkan bambu kecil.

Bambu kecil yang dipakai memiliki ukuran panjang 30 cm dan berdiameter 1/2 sampai 1 cm. Jumlah bambu yang dibutuhkan untuk permainan ini ada dua, yang pertama sebagai bedil larasnya, dan yang satunya lagi sebagai penolak atau sodokan untuk menembakkan peluru dari dalam bambu. Untuk bambu yang kedua, bambu harus dibuat (dengan cara diraut) sesuai dengan lingkaran laras pada bambu pertama, dan pada bagian pangkal bambu itu dibentuk untuk pegangan berukuran sekitar 10 cm.

Sedangkan pelurunya bisa dibuat dari kertas, biji jambu, kembang atau dedaunan. Khusus untuk peluru kertas dan dedaunan, agar dapat dibentuk bulat maka kertasnya harus dibasahkan kemudian dibentuk seperti bola-bola kecil. Supaya alat mainan ini awet dan tahan lama pilih bambu yang sudah tua dan kuat agar bambu tidak mudah pecah saat digunakan.

Cara bermain pletokan cukup mudah. Masukkan peluru yang tersedia (kertas, biji jambu, dedaunan) ke dalam lubang bambu pertama selaku bedil larasnya. Peluru yang dimasukkan terdiri atas dua peluru. Peluru pertama dimasukkan dan didorong ke ujung bedil laras, kemudian peluru kedua dimasukkan sekaligus ditolak atau disodok agak kuat dengan batang bambu penolak seolah ingin menembak agar peluru pertama tadi dapat keluar dengan tekanan yang cepat dan kuat.

Pertanyaannya, mengapa peluru yang dimasukkan ke dalam bambu harus dua? Karena fungsi dari peluru kedua adalah sebagai klep pompa untuk menembakkan peluru yang pertama, juga sebagai peluru yang selanjutnya akan ditembakkan. Tanpa memasukkan kedua peluru sekaligus maka tekanan penembakan peluru tidak akan kuat dan jauh.

Coba perdengarkan suara yang keluar dari bedil larasnya ketika peluru pertama ditembakkan, pasti suara yang muncul akan berbunyi “pletok”. Jika pembuatan alat ini sudah berhasil, permainan pletokan pun bisa dimulai. Bila dilakukan berkelompok sebagaimana peperangan maka kita harus menghindari tembakan peluru lawan, dan berusaha menyerang lawan dengan tembakan peluru dari alat pletokan ini.

Jangan salah, walaupun terbuat dari batang bambu, tembakan pelurunya bila terkena kulit juga terasa agak sakit, hal ini khususnya bila peluru yang digunakan berupa biji jambu. Tapi jika peluru berupa kertas dan dedaunan, tentunya tidak begitu terasa. Yang jelas, tidak perlu khawatir saat bermain permainan tradisional pletokan ini, karena permainan ini tidak berbahaya dan aman dimainkan anak-anak.

Dewasa ini bentuk alat pletokan tidak lagi monoton yaitu hanya sebatas bambu lurus memanjang saja, sekarang bentuk alat pletokan telah didesain semakin rumit, namun kerumitan bentuk itu justru membuatnya terlihat cantik, indah dan semakin nyata bentuknya dalam menyerupai bentuk pistol. Hebatnya lagi, desain yang baru ini masih tetap memakai bambu sebagai bahan dasarnya, begitupun untuk peluru yang digunakan.


Di tengah maraknya permainan modern yang didukung kecanggihan teknologi, permainan tradisional sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang tidak boleh dilupakan. Mari perkenalkan anak-anak anda dengan permainan tradisional, salah satunya permainan Pletokan ini.


ULAR NAGA

Ular Naga

Hasil gambar untuk asal usul permainan ular naga

adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan anak-anak Jakarta di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumahyang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnyabiasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK - SD).

Cara Bermain

Anak-anak berbaris bergandeng pegang 'buntut', yakni anak yang berada di belakang berbarissambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebihbesar, atau paling besar, bermain sebagai "induk" dan berada paling depan dalam barisan.Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai "gerbang", dengan berdiriberhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. "Induk" dan "gerbang" biasanyadipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalahdalam dialog yang mereka lakukan.Barisan akan bergerak melingkar kian kemari, sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan danterutama mengitari "gerbang" yang berdiri di tengah-tengah halaman, sambil menyanyikan lagu.Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati "gerbang". Padasaat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan 'ditangkap' oleh"gerbang".Setelah itu, si "induk" --dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya-- akan berdialogdan berbantah-bantahan dengan kedua "gerbang" perihal anak yang ditangkap. Seringkaliperbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai padaakhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkanpilihannya, ditempatkan di belakang salah satu "gerbang".Permainan akan dimulai kembali. Dengan terdengarnya nyanyi, Ular Naga kembali bergerak danmenerobos gerbang, dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. Demikianberlangsung terus, hingga "induk" akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau, anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam.

Lagu

Lagu ini dinyanyikan oleh semua pemain, termasuk si "gerbang", yakni pada saat barisanbergerak melingkar atau menjalar.

" Ular naga panjangnya bukan kepalang
 Menjalar-jalar selalu kian kemari
 Umpan yang lezat, itu yang dicari
 Kini dianya yang terbelakang "

Kemudian, sambil menerobos "gerbang", barisan mengucap "
kosong - kosong - kosong

" berkali-kali hingga seluruh barisan lewat, dan mulai lagi menjalar dan menyanyikan lagu di atas.Demikian berlaku dua atau tiga kali

Senin, 31 Oktober 2016

LOMPAT TALI

Pengertian Lompat Tali

Hasil gambar untuk pengertian lompat tali

Permainan lompat tali adalah permainan yang menyerupai tali yang disusun dari karet gelang, ini merupakan permainan yang terbilang sangat populer sekitar tahun 70-an sampai 80-an, menjadi favorit saat “keluar main” di sekolah dan setelah mandi sore di rumah. Sederhana tapi bermanfaat, bisa dijadikan sarana bermain sekaligus olahraga. Tali yang digunakan terbuat dari jalinan karet gelang yang banyak terdapat di sekitar kita. Cara bermainnya bisa dilakukan perorangan atau kelompok, jika hanya bermain seorang diri biasanya anak akan mengikatkan tali pada tiang atau apa pun yang memungkinkan lalu melompatinya. Jika bermain secara berkelompok biasanya melibatkan minimal tiga anak, dua anak akan memegang ujung tali; satu dibagian kiri, satu lagi dibagian kanan, sementara anak yang lainnya mendapat giliran untuk melompati tali. Tali direntangkan dengan ketinggian bergradasi, dari paling rendah hingga paling tinggi. Yang pandai melompat tinggi, dialah yang keluar sebagai pemenang. Sementara yang kalah akan berganti posisi menjadi pemegang tali. Permainan secara soliter bisa juga dengan cara skipping, yaitu memegang kedua ujung tali kemudian mengayunkannya melewati kepala sampai kaki sambil melompatinya.


Sebenarnya permainan lompat tali karet sudah bisa dimainkan semenjak anak usia TK ( sekitar 4 – 5 tahun ) karena motorik kasar mereka telah siap, apalagi bermain lompat tali dapat menjawab keingintahuan mereka akan rasanya melompat. Tapi umumnya permainan ini memang baru populer di usia sekolah ( sekitar 6 tahun ). Jenis permainan lompat tali terbagi menjadi dua : Lompat kaki yang bersifat santai dan yang bersifat sport / olahraga. Lompat tali yang santai biasanya dimainkan oleh anak perempuan sedangkan yang sport / olahraga dimainkan oleh anak laki – laki. Dengan kata lain, permainan lompat tali tersebut bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan tanpa memandang gender.


  Cara Bermain

  • Para pemain melakukan hompipah atau pingsut untuk menentukan dua orang pemain yang menjadi pemegang tali.
  • Kedua pemain yang menjadi pemegang tali melakukan pingsut untuk menentukan siapa yang akan mendapat giliran bermain terlebih dahulu jika ada pemain yang gagal melompat.
  • Kedua pemain yang menjadi pemegang tali perentang tali karet dan pemain harus melompatinya satu persatu. ketinggian karet mulai dari setinggi mata kaki, lalu naik ke lutut, paha, hingga pinggang. Pada tahap-tahap ketinggian ini, pemain harus melompat tanpa menyentuh tali karet. Jika ada pemain yang menyentuh tali karet ketika melompat, gilirannya bermain selesai dan ia harus menggantikan pemain yang memegang tali.
  • Posisi tali karet dinaikan ke dada, lalu dagu, telinga, ubun-ubun, tangan yang diangkat ke atas dengan kaki berjinjit. Pada tahap-tahap ketinggian ini, pemain boleh menyentuh tali karet ketika melompat, asalkan pemain dapat melewati tali dan tidak terjerat. Pemain juga diperbolehkan menggunakan berbagai gerakan untuk mempermudah lompatan, asalkan tidak memakai alat bantu.
  • Pemain yang tidak berhasil melompati tali karet harus menghentikan permainannya dan menggantikan posisi pemegang tali. Jika semua tanggap ketinggian telah berhasil diselesaikan oleh para pemain, tali karet kembali diturunkan dan permainan dimulai dari awal. Begitu seterusnya hingga para pemain memutuskan untuk mengakhiri permainan ini.

Manfaat Permainan Lompat Tali

  • Memberikan kegembiraan pada anak
  • Melatih semangat kerja keras pada anak-anak untuk memenangkan permainan dengan melompati berbagai tahap lompatan tali
  • Melatih kecermatan anak

Untuk dapat melompati tali (terutama pada posisi-posisi tinggi), kemampuaan anak untuk memperkirakan tinggi tali dan lompatan yang harus dilakukanya akan sanagat membantu keberhasilan anak melompati tali.

Melatih motorik kasar anak
Untuk membentuk otot yang padat, fisik yang kuat dan sehat, serta mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Permainan yang dilakukan dengan lompatan-lompatan ini juga bermanfaat menghindarkan anak dari resiko mengalami obesitas.

Melatih keberanian anak dalam mengasah kemampuanya untuk mengambil keputusan. Hal ini karena untuk melompat tali dengan ketinggian tertentu membutuhkan keberanian untuk melakukannya. Anak juga harus mengambil keputusan apakah akan melompat atau tidak.

Menciptakan emosi positif bagi anak.
Ketika bermain lompat tali, anak bergerak, berteriak, dan tertawa. gerakan, tawa, dan teriakan ini sangat bermanfaat untuk membuat emosi anak menjadi positif.

Menjadi media bagi anak untuk bersosialisasi.
Dari sosialisasi permainan ini, anak belajar bersabar, menaati peraturan, berempati, dan menempatkan diri dengan baik diantara teman-temanya.

Membangun sportifitas anak.
Pembelajaran melalui sportifitas ini di peroleh anak ketika harus menggantikan posisi pemegang tali ketika ia gagal melompat.